|
|
PENDAHULUAN
1.1
Latar
Belakang Masalah
Pendidikan
adalah ujung tombak keberhasilan suatu bangsa. Semakin tinggi kepedulian
terhadap dunia pendidikan maka akan semakin tinggi pula tingkat keberhasilan
dan majunya suatu negara. Seiring perkembangan zaman, pendidikan pun mengalami
perubahan-perubahan yang dilakukan oleh lembaga pendidikan untuk mendongkrak
peningkatan kualitas sumber daya manusia dan menggerakkan kemajuan dan
kesejahteraan bangsa melalui berbagai program yang salah satunya perubahan
kurikulum dari masa ke masa.
Pihak yang berperan sangat penting dalam
dunia pendidikan adalah guru, karena guru bersinggungan langsung dengan anak
murid sebagai pelaku/pebelajar yang tugasnya adalah belajar dan mengembangkan
kemampuan serta kreativitas mereka di sekolah. Menurut James dikutip oleh Sardiman
dalam Suryosubroto (2009:2) “Tugas dan peranan guru itu antara lain: menguasai
dan mengembangkan materi pelajaran, merencanakan dan mempersiapkan pelajaran
sehari-hari, mengontrol dan mengevaluasi kegiatan siswa.”
|
1
|
Umumnya
proses pembelajaran berlangsung satu arah, dengan guru sebagai pihak pendidik
lebih memonopoli pelaksanaan proses pembelajaran. Proses pembelajaran seperti
ini belum menuntut adanya pembelajaran yang aktif dan kreatif. Pembelajaran itu
sendiri menurut Winkel dalam edukasi.web.id (2011) “Merupakan seperangkat
tindakan yang dirancang untuk mendukung proses belajar peserta didik, dengan
memperhitungkan kejadian-kejadian eksternal yang berperan terhadap rangkaian
kejadian-kejadian internal yang berlangsung di dalam peserta didik”.
Dalam proses pembelajaran di SD masih dalam tahap operasi
konkrit yangmana pemahaman suatu konsep atau pengetahuan dibangun sendiri
(dikontruksi) oleh siswa (pembelajar). Artinya suatu pemahaman, seyogyanya
ditemukan sendiri oleh pembelajar di bawah bimbingan guru. Guru memegang
peranan penting dalam pembelajaran.
Berdasarkan penjelasan
di atas peneliti melakukan satu penelitian untuk melihat hasil belajar siswa
dalam pembelajaran khususnya di kelas IV. Melalui sejumlah wawancara dan
observasi di kelas IV SDN. 84/1 Koto Buayo peneliti mengetahui bahwa dalam
pembelajaran guru menggunakan metode ceramah dalam kelasnya. Menggunakan metode
ceramah tentunya punya keuntungan tersendiri, yaitu guru dapat menguasai
seluruh kelas dan dapat mengorganisasikan kelas secara sederhana. Namun, dalam
penerapannya metode ceramah yang dugunakan dirasa masih kurang efektif
dilaksanakan. Hal ini terbukti rendahnya hasil belajar siswa setelah dievaluasi
pada pembelajaran tematik dengan tema indahnya kebersamaan dan subtema
keberagaman budaya bangsaku dalam pembelajaran di kelas IV SD 84/1 Koto Buayo. Sebanyak
16 siswa di kelas IVSELENGKAPNYA KLIK DISINI


No comments:
Post a Comment