BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Sastra merupakan wujud gagasan seseorang melalui
pandangan terhadap lingkungan sosial yang berada di sekelilingnya dengan
menggunakan bahasa yang indah. Sastra hadir sebagai hasil perenungan pengarang
terhadap fenomena yang ada. Sastra sebagai karya fiksi memiliki pemahaman yang
lebih mendalam, bukan hanya sekadar cerita khayal atau angan dari pengarang
saja, melainkan wujud dari kreativitas pengarang dalam menggali dan mengolah
gagasan yang ada dalam pikirannya. Sastra adalah
karya yang berhubungan dengan ekspresi dan penciptaan. Semi
( 1984:2), “ sastra itu adalah suatu bentuk dan hasil pekerjaan seni kreatif
yang objeknya adalah manusia dan kehidupannya dengan menggunakan bahasa sebagai
mediumnya”. Sumardjo,dkk (Dewi, 2012:11) menyatakan bahwa “ Sastra adalah
ungkapan berbagai pribadi manusia dalam bentuk gambaran konkrit yang
membangkitkan pesona dengan alat bahasa”.
Gaya atau gaya bahasa
dalam retorika dikenal dengan istilah style. Kata style dari kata latin stilus,
yaitu semacam alat untuk menulis. Keahlian mengunakan alat ini akan
mempengaruhi jelas tidaknya tulisan. Penekaan pada keahlian untuk menulis
indah, maka style berubah menjadi kemampuan dan keahlian untuk menulis atau
mempergunakan kata-kata secara indah. Menurut Keraf (2009:113) “Gaya secara
umum adalah cara mengungkapkan diri sendiri, entah melalui bahasa, tingkah
laku, berpakaian dan sebagainya. Dilihat dari segi bahasa, gaya bahasa adalah
cara menggunakan bahasa. Style atau gaya bahasa SELENGKAPNYA KLIK DISINI


No comments:
Post a Comment